Hutan adalah tempat sebagian besar hewan dan tumbuhan tinggal, di sanalah terlihat keganasan para pemangsa, keindahan dan keelokan bunga yang mekar, bau rerumputan, kilau sinar matahari yang terselip di antara daun dan batang pohon-pohon, mendekatkan kita bahwa Tuhan selalu menciptakan dan menghadirkan cinta melimpah dan mengalir kepada kita.
Di dalam hutan sebagian terlihat banyak hewan melata, buas, liar, berkelompok dan menyendiri yang memegang perannya sendiri dalam aturan main di hutan.
Gajah adalah hewan berkelompok dengan anggota besar dan juga berbadan besar, mereka berjalan beriringan , bersosialisasi , main ,mencari makan bersama.sedangkan di sisi lain ada binatang lain bernama singa yang juga berkelompok dan bekerja bersama ketika menyerang musuhnya.
Ada juga serigala yang hidup berdampingan dan berkelompok serta berburu mangsanya sesuai perannya, hidup di area yang luas, dengan kondisi yang extrem dan mengerikan.
Jadi apakah perbedaan dari ketiganya, mari kita lihat, mereka bertiga hidup berkelompok, dan bersoalisasi dengan baik, tapi ada cara yang membedakannya, singa berani mengambil keputusan menyerang sesuai dengan peran sosialnya,mengendap pelan pelan di antara rerumputan, menyerang dan memperhatikan setiap langkah dan mencoba mendapatkan sasarannya, itulah kenapa mereka lebih dinamakan sebagai raja hutan dibanding dengan gajah dibanding yang perbandingan badan mereka lebih besar..ada juga serigala dengan yang beradaptasi dengan segala kondisi.
Apakah yang bisa kita petik dari cerita ini, hidup ini bukan mengenai yang terkuat dan terbesar tapi yang bisa beradaptasi yang akan menjadi terbaik, keluarlah dari zona nyamanmu, pelan pelan atur setiap langkah, jangan takut berubah, gagal dan kegagalan adalah proses dalam hidup, dan tak akan pernah ada makhluk yang benar benar sempurna di dunia ini, karena kegagalan adalah langkah besar untuk menjadi seorang pemenang yang sesungguhnya. Tapi ingatlah kita bisa jadi singa ,gajah atau pun serigala, tapi jangan pernah sekalipun menjadi serigala berbulu domba.
Rabu, 20 April 2016
Gerd, kolesterol, nyeri dada kiri atas seperti serangan jantung
Bulan Februari 2016 di suatu sore, baru jam menunjukkan pukul 17.05 ,sehabis tidur siang,dan mandi sore, seperti biasanya ada secangkir kopi hitam panas, rasa hati ingin segera menghabiskannya apalagi siang tadi hujan sepanjang hari baru saja usai. Slurppp.. Sambil kuteguk pelan nikmatnya kopi hitam itu, sambil menatap jalan yang masih basah, setelah 15 menit berlalu tiba tiba ada perasaan menekan ke dada kiri yang luar biasa , belum lagi menjalar di lengan bagian kiri, dilanjutkan sesak yang baru seumur umur aku alami, kenapa aku ini? Tanyaku dalam hati, cepat, tajam, nyeri, mendadak, seolah hidup singkat dan cepat pada saat itu. Pikiran menuju jantung ini seolah olah berhenti, kemudian saya terduduk, terdiam..
Beberapa detik berselang nyeri masih ada tapi mereda, kemudian aku langsung meminum air putih sambil berdoa dan berharap terus, mudah-mudahan tidak terjadi apa apa, tapi apa yang aku harapkan, tetap terjadi, rasa itu masih ada meski mau tidur malam. Tidurku gelisah sekali malam itu dan rasa nyeri masih ada meski kadang datang dan pergi.
Pagi itu aku segera ke klinik setempat sambil cek EKG aku beranikan dirimu memeriksakan kondisi tubuhku dan akhirnya setelah beberapa waktu menunggu, keluarlah hasil dan aku konsultasi ke dokter jaga...103x per menit detak jantung ku meninggi , nyeri dada masih ada, akhirnya aku mendapatkan resep isosorbide dinitrate yang diminum ketika sakit dan nyeri datang lagi, trombho aspilet untuk pengencer darah sehari 1x dan diagnosa sementara juga aku terkena GERD , dan diberikan omeprasole 20mg sehari 2x.
Dan kenapa aku seperti itu, karena aku hari setiap hari meminum kopi hitam, sebulan sebelum serangan itu aku memakan bawang putih mentah 2 siung tiap pagi dan sore, sehingga lambungku nyeri, karena sebelumnya kolesterol totalku nilainya 252. Dan aku mengira bawang putih ini baik ternyata efek sampingnya sangat berbahaya juga.
Setelah sebulan berjalan dengan pola olahraga ,diet dan rutin minum obat mulai membaik, meski terakhir ini aku masih mengalami sendawa, nyeri yang kadang datang tiba tiba terutama ketika telat makan. Mudah mudahan ini tidak aku alami lagi, karena rasa syok dan nyeri itu kadang masih membayangi ku...
Beberapa detik berselang nyeri masih ada tapi mereda, kemudian aku langsung meminum air putih sambil berdoa dan berharap terus, mudah-mudahan tidak terjadi apa apa, tapi apa yang aku harapkan, tetap terjadi, rasa itu masih ada meski mau tidur malam. Tidurku gelisah sekali malam itu dan rasa nyeri masih ada meski kadang datang dan pergi.
Pagi itu aku segera ke klinik setempat sambil cek EKG aku beranikan dirimu memeriksakan kondisi tubuhku dan akhirnya setelah beberapa waktu menunggu, keluarlah hasil dan aku konsultasi ke dokter jaga...103x per menit detak jantung ku meninggi , nyeri dada masih ada, akhirnya aku mendapatkan resep isosorbide dinitrate yang diminum ketika sakit dan nyeri datang lagi, trombho aspilet untuk pengencer darah sehari 1x dan diagnosa sementara juga aku terkena GERD , dan diberikan omeprasole 20mg sehari 2x.
Dan kenapa aku seperti itu, karena aku hari setiap hari meminum kopi hitam, sebulan sebelum serangan itu aku memakan bawang putih mentah 2 siung tiap pagi dan sore, sehingga lambungku nyeri, karena sebelumnya kolesterol totalku nilainya 252. Dan aku mengira bawang putih ini baik ternyata efek sampingnya sangat berbahaya juga.
Setelah sebulan berjalan dengan pola olahraga ,diet dan rutin minum obat mulai membaik, meski terakhir ini aku masih mengalami sendawa, nyeri yang kadang datang tiba tiba terutama ketika telat makan. Mudah mudahan ini tidak aku alami lagi, karena rasa syok dan nyeri itu kadang masih membayangi ku...
Langganan:
Postingan (Atom)